Puskesmas Martapura 1
UPTD Puskesmas Martapura 1 menggencarkan pelayanan Posyandu Siklus Hidup berbasis Integrasi Layanan Primer (ILP) untuk memantau kesehatan masyarakat secara menyeluruh dari bayi, balita, remaja, ibu hamil, usia produktif, hingga lanjut usia (lansia) di wilayah kerjanya yaitu sebanyak 15 desa/kelurahan.
Seperti Hari Kamis, 6 Agustus 2026 telah dilaksanakan Posyandu Anggrek 3 Kelurahan Jawa.
Program Posyandu Siklus Hidup ini merupakan bentuk transformasi pelayanan kesehatan primer agar pemeriksaan kesehatan tidak hanya berfokus pada balita dan ibu hamil saja. Pendekatan ini memastikan setiap kelompok usia mendapatkan hak pelayanan dan deteksi dini masalah kesehatan yang tepat.
Antusiasme warga terlihat dari kehadiran lintas generasi yang datang secara bergantian untuk memeriksakan kesehatan diri dan keluarga di posyandu wilayah setempat. Melalui langkah terpadu ini, derajat kesehatan masyarakat di Kecamatan Martapura diharapkan makin meningkat secara optimal.
Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al-Habsyie, Tinjau Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN)
Martapura, Darah Juang Online — Pelaksanan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Kabupaten Banjar ini untuk percepatan target agar bisa tercapai.
Harapan tersebut disampaikan Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al-Habsyie saat meninjau kegiatan BIAN di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 14 Banjar, di Desa Indrasari Martapura, Jumat (29/7/2022) pagi.
Dikatakannya, kegiatan bekerjasama dengan Kementerian Agama dan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar ini menargetkan, untuk Imunisasi campak rubela 130.065 anak, berusia 9 bulan sampai 12 tahun.
” Capaian kita baru 24.664 atau baru mencapai 18,96% dari target sasaran dan masih menduduki peringkat terakhir dari 13 kabupaten/kota lainnya,” ungkapnya.
Habib Idrus menjelaskan, sebenarnya Imunisasi ini bukan vaksin Covid-19, tetapi imunisasi yang biasa dilakukan terhadap anak sebelum mewabahnya Covid.99
” Seperti Imunisasi Polio, ini imunisasi biasa sehingga orang tua murid dapat diyakinkan dan cepat membawa anaknya untuk diimunisasi demi kesehatan anak, agar daya tahan slot88 tubuhnya meningkat terhadap berbagai macam penyakit,” jelasnya.
Sementara Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Banjar Linda Yunianti mengatakan, pelaksanaan BIAN ini akan digelar sampai pertengahan Agustus nanti. Selain di MIN 14 Banjar BIAN juga digelar disekolah lainnya hingga puskesmas dan posyandu.
Linda menambahkan, untuk target Imunisasi di MIN 14 Banjar ini sebanyak 700 anak dengan pelaksana Puskesmas Martapura 1 berupa Imunisasi Campak.
Kegiatan BIAN ini turut dihadiri Kakemenag Banjar Najwan Noor, Kepala dan dewan guru MIN 14 Banjar serta sejumlah undangan. (Rlsbanjarkab/31)
Puskesmas Martapura 1, Layanan Kesehatan dengan Capaian Kinerja Tertinggi Peraih Predikat Akredtiasi Utama
Puskesmas Martapura 1, Layanan Kesehatan dengan Capaian Kinerja Tertinggi Peraih Predikat Akredtiasi Utama.
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Martapura 1 adalah unit pelaksana teknis (UPT) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Pada 2019 lalu, Puskesmas Martapura 1 dipimpin oleh dr Hj Siti Nurmah Megawati.
Hj Siti Nurmah Megawati. membawahi 48 orang pegawai.
Ada dua dokter umum yang memperkuat pelayanan kesehatan di Puskesmas Martapura 1 yaitu dr Hj Herniyati dan dr Herlina.
Puskesmas Martapura 1 beralamat di Jalan Puskesmas, Tanjungrema Darat, Kecamatan Martapura.
Nah, jika dari Jalan A Yani, akses menujunya bisa melalui jalan di samping kanan Polres Banjar atau jalan di samping kiri Kodim 1006 Martapura.
Dari 24 Puskesmas yang ada di Kabupaten Banjar, Puskesmas Martapura 1 termasuk yang memiliki capaian kinerja tinggi.
Bahkan pekan lalu baru saja sukses meraih predikat Utama dari hasil akreditasi tahun ini.
Sejauh ini di lingkup Puskesmas di Kabupaten Banjar, predikat Utama tersebut adalah capaian tertinggi akreditasi yang pernah didapatkan hingga saat ini.
Predikat tertinggi akreditasi adalah Paripurna.
Urutannya yakni Tidak Terakreditasi, Dasar, Madya, Utama, Paripurna.
Suasana layanan di Puskesmas Martapura 1, Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. (banjarmasinpost.co.id/idda royani)
Capaian gemilang akreditasi tersebut berkat kerja cerdas keluarga besar Puskesmas Martapura 1 yang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik sepenuh hati kepada masyarakat.
Mereka juga terus melakukan terobosan atau inovasi dalam upaya meningkatkan kualitas maupun kuantitas pelayanan.
Inovasi terkini, mereka menerapkan program pelayanan yang dinamai Si Palui.
Inovasi pelayanan berbasis digital ini diluncurkan Bupati Banjar H Khalilurrahman, Senin 29 Juli 2019 lalu.
Si Palui merupakan singkatan dari Sistem Informasi Puskesmas Akurat Langsung Universal dan Integrasi.
Aplikasi Si Palui sangat bermanfaat bagi pasien yang memiliki kesibukan beraktivtas namun perlu juga untuk berobat.
Begitu mengaktifkan aplikasi Si Palui di smartphone android, pasien bisa membagi waktu dan tidak perlu menunggu antrean lama di puskesmas.
Pasien cukup mendaftar melalui Si Palui.
Melalui aplikasi ini juga bisa mengetahui posisi antrean.
Jika antrean telah dekat, pasien bisa mempersiapkan diri untuk segera berangkat ke Puskesmas Martapura 1 dengan memperhitungkan jarak dan waktu tempuh sehingga saat tiba di Puskesmas Martapura 1 tak perlu antre.
Misal pun antre tapi takkan lama.
Pascaakreditasi dengan capaian predikat Utama, Puskesmas Martapura 1 akan terus melakukan terobosan guna makin meningkatkan pelayanan.
Di antaranya segera mengusulkan kepada pemerintah daerah untuk perluasan puskesmas agar ruang tunggu bisa makin nyaman.
Apalagi Puskesmas Martapura 1 juga menyandang predikat sebagai puskesmas santun lansia dan puskesmas responsif gender.
Puskesmas Martapura 1 juga melakukan pemeriksaan satu pintu untuk HIV TB dan apotek.
Ini mengingat Puskesmas Martapura 1 juga merupakan puskesmas ramah HIV.
Terkait peran sebagai puskesmas ramah lansia, fasilitas yang telah dimiliki Puskesmas Martapura 1 antara lain hand rell.
Lalu kursi tunggu khusus dan ruang poli yang telah terpisah dari poli lainnya.
Toilet khusus juga telah dipasang, termasuk pegangan untuk lansia.
Closet diganti yang untuk duduk atau bukan closet jongkok.